Pengikut

Minggu, 19 September 2010

Bendera Berkibar Ku Berdiri Tegak dengan Dua Mata Sepatu

Pagi yang cerah di hari minggu membuat KOMBLET bangun siang. Rutinitas yang biasanya dilakukan di sekolah menjadi mimpi enak sambil memeluk si guling yang setia menemaninya tidur. Kegiatan bangun pagi jam 6.00 hanya ada difikiran “itu besok”. Dari kamar sebelah terdengar suara IBU JOKLE memanggil dengan suara keras nan lembut yang mengharapkan KOMBLET bisa bangun pagi. Tapi panggilan ibunya hanya menjadi suara-suara yang membuat dirinya menjadi tambah nyenyak tidur. Beberapa saat KOMBLET bertingkah aneh dikamar tidurnya sambil merapa-raba guling dan tersenyum dengan mata tutup terpejam. Bibirnya kadang-kadang menyentuh guling yang dia peluk, disentuh dengan moncongnya bibir yang basah dan mengeluarkan air kental. Air yang keluar tersebut jika sudah terlihat agak keluar ternyata secara tidah sengaja dia sedot lagi dengan suara “ errttttttttt…errrrrtttttt” dengan pinggiran bibir yang bergetar. Dalam mimpinya ternyata komblet sedang berdua dengan wanita idamannya yang bernama Tari. Di sekolah Komblet sering menatap Tari dari kejauhan dengan penuh senyum dan banyak angan-angan didalam fikirannya. Dalam mimpinya Komblet sedang berada dipinggir pantai sambil memandang matahari terbit di pagi hari. Dia duduk berdua dengan saling berpelukan. Komblet yang sedang jatuh cinta sedang grogi ingin mengungkapkan isi hatinya kepada Tari. Komblet yang sedang berbunga-bunga akhirnya memberanikan dirinya untuk mengungkapkan isi hatinya. “ Rik ku ingin….eeeee….eeee ingin mengatakan bahwa aku cinta sama kamu”. Kemudian tari menjawab dengan penuh senyum malu dan pipi yang merah manisss. “ Aku juga cinta sama kamu Komm jawab Tari” ….”Trik boleh gak aku mencium pipimu yang merah itu sebagai tanda cinta kita”…” Boleh tapi dengan Mata terpejam yaaa”. Dengan tidak sabar KOMBLET pun menjalankan tugasnya untuk mencium pipinya Tari yang merah delima. Bibir bunju seperti mulut ikan mujair yang kelaparan sedang medekat kepipi Si Tari. Akhirnya dengan penuh nafsu dia mencium Si Tari. Tetapi dia merasa aneh ketika mencium bibirnya Tari yang merah delima nan halus terlihat oleh mata ternyata kasar dan keras seperti batu. Tetapi KOMBLET tidak perduli dengan hal tersebut karena, keinginanya untuk mencium Tari bisa terwujud. Karena merasa lama mencium kemudian KOMBLET berusaha menelan ludahnya sendiri. Seketika dia merasakan bahwa Pipinya Tari seperti rasa bumbu masakan yang penuh dengan aneka bumbu yang super pedas seperti yang ada diiklan-iklan tv dengan mulut yang mengeluarkan api. Tapi dia didalam fikirannya pipi Tari ternyata memiliki citarasa tersendiri berbeda dengan pipi lainnya. Namun lama-kelamaan dia merasakan mata yang perih dan terbangun dari mimpinya dan melihat ulekan sambal menempel dibibirnya. Sentak dia kaget dan matanya terbuka lebar. Dengan cepat dia menghindari ulekan sambel milik ibu yang baru saja selesai membuat sambal sebagai bumbu masakan paginya. Kemudian KOmblet bersandar didinding dekat tempat tidurnya sambil mengusap-usap bibirnya dengan tangan. Kemudian dia menatap ibunya dengan raut muka yang menandakan penuh dengan kekesalan. (Bersambung)